Ulama dan Umaro, Merawat Kebersamaan di Kota Bogor
Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk kembali mendekatkan hati.
Di penghujung Ramadan 1447 H, Pemerintah Kota Bogor melakukan silaturahmi kepada sejumlah alim ulama di Kota Bogor. Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga hubungan antara ulama dan pemerintah, sekaligus memohon doa untuk kebaikan masyarakat dan Kota Bogor.
Salah satu yang dikunjungi adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan harapan agar pemerintah senantiasa diberikan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bagi kehidupan masyarakat, hubungan antara ulama dan umara bukan semata-mata hubungan kelembagaan. Lebih jauh, ia merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kehidupan kota agar tetap aman, tertib, dan memiliki arah moral.
Merawat Silaturahmi
Ketua MUI Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin, menyambut baik silaturahmi tersebut. Dalam kesempatan lain pada rangkaian silaturahmi Ramadan yang sama, ia menyampaikan bahwa kunjungan pemerintah kepada para ulama menjadi perekat silaturahmi bagi para ulama di Kota Bogor.
Silaturahmi, dalam tradisi Islam, bukan sekadar bertemu.
Ia adalah cara untuk saling mengingatkan bahwa kehidupan masyarakat tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.
Pemerintah memiliki amanah untuk melayani.
Ulama memiliki tanggung jawab untuk membimbing.
Dan masyarakat memiliki peran untuk menjaga kehidupan bersama.
Ketiganya membutuhkan ruang perjumpaan yang sehat.
Berbeda, tetapi Tetap Bersaudara
Dalam momentum menjelang Idulfitri 1447 H, pembicaraan mengenai kemungkinan perbedaan penetapan 1 Syawal juga menjadi bagian dari perhatian.
Ketua MUI Kota Bogor mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan meskipun terdapat kemungkinan perbedaan dalam penetapan hari raya. Pemerintah Kota Bogor juga mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan silaturahmi.
Di sinilah kedewasaan umat diuji.
Perbedaan dalam persoalan keagamaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.
Sebab ukhuwah tidak dibangun karena semua orang selalu memiliki pandangan yang sama.
Ukhuwah justru diuji ketika kita berbeda.
Menjaga Kota dengan Doa dan Ikhtiar
Silaturahmi para ulama dan pemerintah pada penghujung Ramadan memberikan pesan sederhana: membangun kota bukan hanya tentang jalan, gedung, pelayanan, dan kebijakan.
Ada dimensi lain yang tidak selalu terlihat.
Doa.
Nasihat.
Keteladanan.
Dan kesediaan untuk saling mendengarkan.
Semoga ikhtiar menjaga silaturahmi antara ulama, pemerintah dan masyarakat terus menjadi bagian dari perjalanan Kota Bogor—agar kota ini bukan hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga semakin baik dalam kehidupan sosial, keagamaan dan kemanusiaannya.
Sumber: Pemerintah Kota Bogor, Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan, 18 Maret 2026; Sambangi Ulama di Kota Bogor, Dedie Rachim Tegaskan Pentingnya Jaga Silaturahmi dan Persatuan Umat, 19 Maret 2026.
