Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor
Menjaga ilmu. Merawat ukhuwah. Mengabdi untuk kemaslahatan umat.
Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor merupakan bagian dari khidmah keulamaan di tengah kehidupan masyarakat Kota Bogor.
Sebagai wadah para ulama, zuama dan cendekiawan muslim, MUI hadir untuk membimbing umat, memberikan pandangan keagamaan, serta ikut menjaga kehidupan masyarakat agar senantiasa berjalan dalam nilai-nilai agama, kemanusiaan dan kebersamaan.
MUI dan Kehidupan Keumatan
Kehidupan umat terus berkembang.
Persoalan keagamaan hadir bersama perubahan sosial, teknologi, ekonomi dan budaya. Karena itu, kehadiran ulama tidak berhenti pada ruang-ruang pengajaran, tetapi juga diperlukan untuk membaca perubahan dengan ilmu dan memberikan arah dengan hikmah.
Di Kota Bogor, MUI menjalankan peran tersebut melalui pembinaan umat, hubungan dengan berbagai unsur masyarakat, serta sinergi dengan pemerintah dalam menjaga kemaslahatan masyarakat.
Dalam sebuah kegiatan pelantikan pengurus MUI tingkat kecamatan hingga kelurahan pada 2022, MUI Kota Bogor menegaskan tema “Revitalisasi MUI sebagai mitra pemerintah, pelayan dan pelindung umat.”
Empat Jalan Khidmah
ILMU
Menjadikan ilmu dan tradisi keilmuan sebagai dasar dalam membimbing umat.
HIKMAH
Menyampaikan pandangan keagamaan dengan kebijaksanaan, ketenangan dan pertimbangan yang matang.
KHIDMAH
Mengabdikan ilmu dan kemampuan untuk kemaslahatan umat serta kehidupan masyarakat.
UKHUWAH
Merawat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman kehidupan Kota Bogor.
MUI Kota Bogor dan Masyarakat
MUI tidak berada di luar kehidupan masyarakat.
Ulama hidup bersama umat.
Mendengar persoalannya.
Membaca perubahan yang terjadi.
Dan memberikan nasihat ketika masyarakat membutuhkan arah.
Karena itu, khidmah keumatan bukan hanya tentang memberikan jawaban atas persoalan agama.
Ia juga tentang menjaga agar ilmu tetap memiliki tempat dalam kehidupan.
Agar perbedaan tidak menghilangkan persaudaraan.
Dan agar perubahan tidak membuat manusia kehilangan arah.
Ulama dan Umaro
Kemaslahatan masyarakat membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah memiliki amanah untuk memberikan pelayanan dan menjalankan tata kelola kehidupan kota.
Ulama memiliki amanah keilmuan untuk membimbing dan memberikan nasihat kepada umat.
Keduanya memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi dapat bertemu dalam satu tujuan:
kemaslahatan masyarakat.
Hubungan tersebut juga terlihat dalam berbagai kegiatan silaturahmi antara Pemerintah Kota Bogor dan MUI Kota Bogor. Pada Ramadan 1447 H, misalnya, Pemkot Bogor melakukan silaturahmi kepada sejumlah ulama di Kota Bogor, termasuk Ketua MUI Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin.
Kepemimpinan
KH. Tb. Muhidin
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor
KH. Tb. Muhidin tercatat sebagai Ketua MUI Kota Bogor dalam berbagai publikasi resmi Pemerintah Kota Bogor, termasuk kegiatan pelantikan pengurus MUI di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam menjalankan khidmahnya, MUI Kota Bogor berhadapan dengan masyarakat yang terus berubah. Karena itu, penguatan peran ulama di tingkat wilayah menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan MUI dengan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Penutup
Menjaga Tradisi, Menjawab Zaman
Setiap zaman membawa persoalannya sendiri.
Namun kebutuhan manusia kepada ilmu, hikmah dan keteladanan tidak pernah berubah.
MUI Kota Bogor ingin terus menjadi bagian dari perjalanan itu.
Menjaga tradisi keilmuan.
Membimbing umat.
Merawat ukhuwah.
Dan mengabdi untuk kemaslahatan Kota Bogor.
