Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Khidmah Keumatan
Silaturahmi adalah salah satu cara sederhana untuk menjaga hubungan tetap dekat.
Pada Jumat, 1 Agustus 2025, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim melaksanakan Salat Jumat Keliling di Masjid Al Kaliviah, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi antara pemerintah dan ulama. Bagi sebuah kota yang kehidupan masyarakatnya terus bergerak, hubungan semacam ini memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar kunjungan.
Ia menjadi ruang untuk saling mendengar.
Untuk menyampaikan harapan.
Dan untuk mengingat kembali bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga nilai dan keteladanan.
Ulama dan Umaro
Dalam kehidupan masyarakat, ulama dan pemerintah memiliki ruang pengabdian yang berbeda.
Pemerintah menjalankan amanah pelayanan publik.
Ulama menjalankan amanah keilmuan dan pembinaan umat.
Namun keduanya bertemu pada satu tujuan: kemaslahatan masyarakat.
Karena itu, silaturahmi antara ulama dan umara bukan sekadar tradisi. Ia dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pandangan, membaca persoalan masyarakat, dan menjaga agar pembangunan tidak kehilangan dimensi kemanusiaannya.
Dari Masjid, Menyapa Masyarakat
Kegiatan Jumat Keliling juga memperlihatkan bagaimana masjid dapat menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat.
Masjid bukan hanya tempat seseorang menunaikan kewajiban kepada Allah.
Di dalam sejarah kehidupan umat, masjid juga menjadi tempat manusia bertemu, berbagi nasihat, membangun kepedulian dan memperkuat persaudaraan.
Dari ruang-ruang seperti inilah kehidupan masyarakat dapat dirawat dengan cara yang sederhana: saling mengenal, saling mendengar dan saling mengingatkan.
Khidmah yang Berjalan Bersama
Bagi MUI Kota Bogor, menjaga hubungan dengan berbagai unsur masyarakat merupakan bagian dari khidmah keumatan.
Sebab persoalan umat tidak selalu dapat diselesaikan dari satu sudut pandang.
Diperlukan ilmu.
Diperlukan kebijaksanaan.
Diperlukan kerja bersama.
Dan yang tidak kalah penting, diperlukan kesediaan untuk terus bersilaturahmi.
Semoga perjumpaan antara ulama, pemerintah dan masyarakat di berbagai ruang kehidupan Kota Bogor senantiasa menjadi jalan bagi tumbuhnya kemaslahatan dan persaudaraan.
Sumber: Pemerintah Kota Bogor, Jumat Keliling Perdana, Dedie Rachim Silaturahmi ke Ketua MUI Kota Bogor, 1 Agustus 2025.
