Doa Ulama untuk Kota Bogor yang Lebih Baik
Sebuah kota tidak hanya dibangun dengan kebijakan dan program.
Ia juga tumbuh dari doa, keteladanan, dan harapan baik masyarakatnya.
Pada 20 Februari 2025, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengikuti doa lintas agama di Balai Kota Bogor. Enam pemuka agama dari berbagai komunitas turut memanjatkan doa untuk kepemimpinan baru Kota Bogor, salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin.
Doa untuk Amanah
Dalam kesempatan tersebut, KH. Tb. Muhidin menyampaikan bahwa doa lintas agama tersebut ditujukan agar wali kota dan wakil wali kota dapat menjalankan tugas dengan baik serta dimudahkan dalam melayani masyarakat.
Doa menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang kewenangan.
Di dalamnya terdapat amanah.
Ada tanggung jawab.
Dan ada harapan dari masyarakat yang dipimpin.
Merawat Kehidupan Bersama
Kota Bogor adalah ruang bersama.
Di dalamnya hidup masyarakat dengan latar belakang dan keyakinan yang beragam. Karena itu, kehidupan kota membutuhkan lebih dari sekadar aturan. Ia membutuhkan sikap saling menghormati dan kesediaan untuk menjaga kebersamaan.
Kehadiran para pemuka agama dalam doa tersebut menjadi sebuah gambaran sederhana tentang ruang bersama itu.
Berbeda dalam keyakinan, tetapi dapat bertemu dalam harapan yang sama:
agar Kota Bogor menjadi tempat yang lebih baik bagi seluruh masyarakatnya.
Ulama dan Kehidupan Kota
Bagi MUI Kota Bogor, kehidupan keumatan tidak berdiri sendiri dari kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Ulama memiliki tanggung jawab untuk membimbing umat.
Pemerintah memiliki amanah untuk melayani masyarakat.
Dan keduanya membutuhkan hubungan yang baik dengan seluruh unsur masyarakat.
Di situlah silaturahmi menemukan maknanya.
Bukan untuk menghapus perbedaan, tetapi untuk menemukan ruang kebaikan yang dapat dikerjakan bersama.
Menjaga Harapan
Setiap pergantian kepemimpinan membawa harapan baru.
Namun harapan itu tidak cukup hanya disampaikan dalam kata-kata.
Ia membutuhkan kerja.
Membutuhkan keteladanan.
Dan membutuhkan doa.
Semoga kepemimpinan Kota Bogor senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah, diberikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.
Karena pada akhirnya, kota yang baik bukan hanya tempat manusia tinggal.
Ia adalah tempat manusia belajar hidup bersama.
Sumber: Pemerintah Kota Bogor, Pemuka Agama Panjatkan Doa Untuk Kepemimpinan Dedie-Jenal, 20 Februari 2025.
